Sunday, June 8, 2025

Lima Mahkota Orang Percaya

0 comments
 Dalam Kekristenan, konsep "lima mahkota" sering disebut-sebut, terutama dalam tradisi injili dan karismatik. Mahkota-mahkota ini bukan mahkota fisik, melainkan simbol penghargaan dan berkat rohani yang akan diterima orang percaya di surga sebagai upah atas kesetiaan dan pelayanan mereka kepada Tuhan di bumi.
Berikut adalah lima mahkota yang umumnya diidentifikasi berdasarkan penafsiran ayat-ayat Alkitab, beserta penjelasan singkatnya:
 * Mahkota Kehidupan (Why. 2:10; Yak. 1:12)
   * Untuk siapa: Diberikan kepada mereka yang telah setia sampai mati dalam menghadapi penganiayaan dan pencobaan demi Kristus. Ini adalah janji bagi mereka yang bertahan dalam iman meskipun dalam penderitaan.
   * Simbol: Kemenangan atas dosa dan kematian, serta hidup kekal yang sejati di hadirat Tuhan.
 * Mahkota Kebenaran (2 Tim. 4:8)
   * Untuk siapa: Diberikan kepada mereka yang merindukan kedatangan Kristus yang kedua kali dan hidup dalam kesucian, menantikan penggenapan janji-janji-Nya.
   * Simbol: Kebenaran dan keadilan yang dimiliki orang percaya melalui Kristus, serta penghargaan atas gaya hidup yang saleh.
 * Mahkota Kemuliaan (1 Ptr. 5:2-4)
   * Untuk siapa: Diberikan kepada para gembala atau pemimpin rohani yang telah melayani jemaat Tuhan dengan setia, bukan karena paksaan atau keuntungan pribadi, melainkan dengan sukarela dan tulus.
   * Simbol: Kemuliaan ilahi yang akan dinyatakan kepada mereka yang telah memimpin kawanan domba Tuhan dengan baik.
 * Mahkota Sukacita/Bersukacita (1 Tes. 2:19-20; Flp. 4:1)
   * Untuk siapa: Diberikan kepada mereka yang telah membawa orang lain kepada Kristus melalui penginjilan dan pemuridan. Ini adalah upah bagi mereka yang menghasilkan buah rohani dalam hidup orang lain.
   * Simbol: Sukacita yang besar karena melihat jiwa-jiwa diselamatkan dan bertumbuh dalam iman.
 * Mahkota Yang Tidak Akan Binasa (1 Kor. 9:25)
   * Untuk siapa: Diberikan kepada mereka yang telah hidup dalam disiplin rohani, mengendalikan diri dari keinginan duniawi, dan berjuang untuk mencapai tujuan rohani yang kekal. Ini adalah upah bagi mereka yang memiliki ketekunan dalam perlombaan iman.
   * Simbol: Upah yang kekal dan tak berkesudahan, berbeda dengan penghargaan duniawi yang bersifat sementara.
Penting untuk diingat bahwa mahkota-mahkota ini bukan sesuatu yang kita "dapatkan" melalui perbuatan baik sebagai syarat keselamatan. Keselamatan adalah anugerah melalui iman kepada Yesus Kristus semata. Namun, mahkota-mahkota ini adalah upah yang diberikan Tuhan sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan atas kesetiaan, pelayanan, dan pengorbanan kita bagi-Nya setelah kita menerima keselamatan.
Konsep mahkota ini seringkali menjadi motivasi bagi orang percaya untuk hidup lebih sungguh-sungguh, melayani dengan setia, dan bertahan dalam iman di tengah berbagai tantangan.
Apakah ada mahkota tertentu yang menarik perhatian Anda atau ingin Anda diskusikan lebih lanjut?

Tuesday, December 24, 2024

The Meaning of Christmas in Christianity and Non Christian Tradition

0 comments
Christmas is a holiday celebrated on December 25th around the world. It has both religious and secular meanings:

Religious Meaning:
 * The Birth of Jesus Christ: For Christians, Christmas celebrates the birth of Jesus Christ, the son of God, as described in the Bible. It is a time for reflection, prayer, and celebrating the message of hope and salvation that Jesus brought to the world.

Secular Meaning:
 * A Time for Family and Giving: For many people, regardless of their religious beliefs, Christmas is a time to spend with loved ones, exchange gifts, and celebrate the spirit of giving and goodwill. It's a time for joy, festivity, and creating lasting memories.

Symbolism:
 * Christmas Tree: A decorated evergreen tree symbolizing eternal life.
 * Santa Claus: A jolly figure who brings gifts to children, representing generosity and the magic of the season.
 * Christmas Carols: Traditional songs that tell the story of Christmas and spread holiday cheer.

Traditions:
 * Gift-giving: Exchanging presents with loved ones.
 * Decorating homes and public spaces: With lights, ornaments, and festive decorations.
 * Attending church services: For many Christians.
 * Sharing meals with family and friends.
Overall, the meaning of Christmas is a blend of religious beliefs, cultural traditions, and personal experiences. It's a time for reflection, celebration, and spreading joy to others.

Sunday, November 17, 2024

PAPUA Gerbang Emas Di Timur (Golden Gate)

0 comments
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" 
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. 
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela 
Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 
"Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!" 
Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 
"Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!" Sela 
Mazmur 24:3-10

Pintu gerbang timur yang tertutup
Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu gerbang luar dari tempat kudus, yang menghadap ke timur; gerbang ini tertutup.
Lalu TUHAN berfirman kepadaku: "Pintu gerbang ini harus tetap tertutup, jangan dibuka dan jangan seorang pun masuk dari situ, sebab TUHAN, Allah Israel, sudah masuk melaluinya; karena itu gerbang itu harus tetap tertutup. 
Hanya raja itu, oleh karena ia raja boleh duduk di sana makan santapan di hadapan TUHAN. Raja itu akan masuk melalui balai gerbang dan akan keluar dari situ."
Yehezkiel 44:1-3

Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
Matius 24:27

Thursday, October 17, 2024

Theocratic Democracy: A Paradoxical Concept

0 comments
Theocratic democracy is a term that combines two seemingly contradictory concepts: theocracy (rule by religious leaders) and democracy (rule by the people). While it might appear like an oxymoron, some societies have attempted to blend these two forms of government.
How does it work?

In a theocratic democracy, religious laws and principles are incorporated into the democratic process. This could involve:
 * Religious leaders as elected officials: Religious leaders might hold positions of power within the government, either through direct election or appointment.
 * Religious laws as part of the legal system: Religious laws and principles might be incorporated into the country's legal framework, alongside secular laws.
 * Public policy influenced by religious beliefs: Religious beliefs might influence government policies on issues such as morality, social welfare, and foreign relations.

Challenges and Criticisms
The concept of theocratic democracy faces several challenges and criticisms:
 * Separation of church and state: The blending of religious and political authority can blur the lines between the two, potentially leading to violations of religious freedom and human rights.
 * Minority rights: In a theocratic democracy, the majority's religious beliefs might dominate public policy, potentially marginalizing minority groups who hold different religious or secular views.
 * Potential for abuse of power: Religious leaders holding political power might be tempted to use their position for personal gain or to enforce their religious views on the population.
 * Democratic principles: Theocratic democracy can raise questions about the compatibility of religious authority with democratic principles such as freedom of speech, expression, and assembly.
Examples of theocratic democracies
While there are no perfect examples of theocratic democracies, some countries have experimented with elements of both theocratic and democratic governance, such as:
 * Iran: Iran's political system is a unique blend of Islamic theocracy and democratic elements, with a Supreme Leader who holds ultimate authority and an elected parliament.
 * Vatican City: As a theocratic state ruled by the Pope, the Vatican City incorporates religious principles into its governance. However, its small size and unique status limit its applicability as a model for larger nations.

Thursday, November 5, 2020

Indonesian Bishops call for dialogue in restive West Papua

0 comments

Following the killing of a Catholic catechist in West Papua province, Church leaders meet with Indonesia’s top security official to urge the government to ease tensions through dialogue and respect.

By Devin Watkins, https://www.vaticannews.va

Catholic Catechist Murdered by Indonesia

Representatives of the Catholic Church in Indonesia, in particular from the West Papua province, have held talks with the country’s Coordinating Minister for Political, Legal, and Security Affairs.

The meeting was held on Sunday at Mr. Mahfud MD’s residence, and were aimed at discussing the various problems afflicting the restive province.

Present were Bishop Aloysius Murwito of Agats and Bishop Petrus Canisius Mandagi of Amboina, who is also the Apostolic Administrator of Merauke, along with Cardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, President of Indonesia’s Conference of Catholic Bishops.

The encounter came after reports emerged that the Indonesian National Army had shot dead a Catholic catechist on 26 October. He was suspected of belonging to a separatist movement.

The murder took place in Jalae Village, Sugapa District, in West Papua’s Intan Jaya Regency.

Harmful effects

Bishop Mandagi told UCA News that the hour-long meeting was meant to address “various problems in Papua, especially violence.”

Indonesia’s Bishops, he added, are concerned about the situation, though he said no specific cases were discussed.

Rather, talks focused on the suffering wrought by violence, both on local civilians as well as on security forces.

Dialogue, not violence

Bishop Mandagi said he told Mr. Mahfud that expanded dialogue with the people of Papua could help ease tensions. The local Catholic Church, he added, was always open to discussions.

“Papuans are good people,” he said. “Everyone including military, police, and church workers who come to Papua must not look down on them. We all need to settle Papua’s problems with dialogue, by respecting Papuans and without violence.”<br>The Bishop said military interventions only serve to exacerbate tensions.

Long-running unrest

A separatist movement has simmered in Indonesia’s West Papua and Papua provinces since the late 1960s, when the region became part of Indonesia.

Papuans complain of human rights abuses and discrimination from government authorities.

Following the meeting with Church leaders, Mr. Mahfud said the government would engage in further dialogue with Bishops in West Papua and Papua, as well as with other religious leaders.

Bishop Mandagi expressed his hopes for the cessation of violence.<br>“We want Papua to become a land of love, not a war zone,” he said.

Thursday, May 5, 2016

Highland Praise - Mutakatuwai (Official Music Video)

0 comments

Highland Praise - Allah Iserael & Yehova Yire (Official Music Video)

0 comments

Highland Praise - Nit Yogotak (Official Music Video)

0 comments

Highland Praise - An Nenu (Official Music Video)

0 comments

Highland Praise - Nit Hapuri (Official Music Video)

0 comments

Highland Praise - Kalliku Nogoba (Official Music Video)

0 comments

Highland and praise

0 comments

Highland Praise - Anggon Ambik (Official Music Video)

0 comments

Highland Praise - Mi Wak Abaut (Official Music Video)

0 comments

Sunday, November 29, 2015

Pdt Stephen Tong | Harta Datang Dan Pergi

0 comments

Pdt Stephen Tong | Bagaimana Roh Kudus Bekerja

0 comments
Khotbah Pdt. Dr. Stephen Tong di Jayapura, Papua

Saturday, November 28, 2015

Pdt Stephen Tong | Mengenal Siapakah Yesus Kristus

0 comments

Pdt Stephen Tong | Mengenal Tuhan Secara Pasti

0 comments

Pdt Stephen Tong - Waspada Terhadap Perzinahan

0 comments

��✔★★★★★ ▶ Allah Tritunggal [Pdt.Stephen Tong]

0 comments
 

The Gospel of Melanesia. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com